Rabu, 06 Januari 2010

makalah sederhana

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………….. i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………… ii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………………………………1

B. Rumusan Masalah…………………………………………………….. 2

C. Pemecahan Masalah…………………………………………………... 3

D. Maksud dan Tujuan…………………………………………………. ..4

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi korupsi………………………………………………… 5

B. Kondisi yang mendukung munculnya korupsi………………… 6

C. Dampak korupsi…………………………………………………7

D. Bentuk-bentuk penyalahgunaan…………………………………………..8

E. Pemberantasan korupsi di Indonesia………………………………………9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………10

B. Saran……………………………………………………………………11

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….12

BAB I

PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.

Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

2

B. Rumusan Masalah

1. Apaa definisi korupsi ?

2. Kondisi yang mendukung munculnya korupsi ?

3. Apa dampak korupsi bagi perekonomian Indonesia ?

4. Apa bentuk penyalahgunaan korupsi ?

5.Bagaimana pemberantasan korupsi di Indonesia?

3

C. Pemecahan Masalah

1. Definisi korupsi

2. Contoh dari kondisi yang mendukung munculnya korupsi

3. Dampak demokrasi dan ekonomi

4. Bentuk penyalahgunaan korupsi

5. Dibagi 3 periode yaitu :orde lama,orede baru,orde reformasi

4

D. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan karya tulis ini adalah untuk memenuhi persyaratan tugas bahasa Indonesia.

Tujuan karya tulis adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana korupsi diIndonesia.

2. Memberikan informasi kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat mengenai perkembangan korupsi di Indonesia.

3. Memberikan informasi kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat mengenai dampak korupsi.

4. Melatih mahasiswa untuk dapat membuat karya tulis ilmiah dengan baik dengan data-data yang telah ada.

BAB II

PEMBAHASAN

5

A. Definisi Korupsi

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.

Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

6

B.Kondisi yang mendukung munculnya korupsi

  • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
  • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
  • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
  • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
  • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
  • Lemahnya ketertiban hukum.
  • Lemahnya profesi hukum.
  • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
  • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
  • Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum.
  • Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye".

7

C.DAMPAK KORUPSI

Demokrasi

Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Ekonomi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/93/Jakarta_slumlife65.JPG/180px-Jakarta_slumlife65.JPG

http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png

Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan.

Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor privat, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.

Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.

Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). Berbeda sekali dengan diktator Asia, seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok), namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain. Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996, pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun, melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. [1] (Hasilnya, dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik, dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri, diluar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan.

8

D .Bentuk-bentuk penyalahgunaan

Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, campuran tangan, dan penipuan.

A. Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan

Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan. Di beberapa negara, budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari, meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan.

Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan.

Duabelas negara yang paling kurang korupsinya, menurut survey persepsi (anggapan ttg korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut (disusun menurut abjad):

Australia, Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Luxemburg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Singapura, Swedia, dan Swiss

Menurut survei persepsi korupsi , tigabelas negara yang paling korup adalah (disusun menurut abjad):

Azerbaijan, Bangladesh, Bolivia, Kamerun, Indonesia,Irak, Kenya, Nigeria, Pakistan, Rusia, Tanzania, Uganda, dan Ukraina

Namun demikian, nilai dari survei tersebut masih diperdebatkan karena ini dilakukan berdasarkan persepsi subyektif dari para peserta survei tersebut, bukan dari penghitungan langsung korupsi yg terjadi (karena survey semacam itu juga tidak ada)

B. Sumbangan kampanye dan "uang lembek"

Di arena politik, sangatlah sulit untuk membuktikan korupsi, namun lebih sulit lagi untuk membuktikan ketidakadaannya. Maka dari itu, sering banyak ada gosip menyangkut politisi.

Politisi terjebak di posisi lemah karena keperluan mereka untuk meminta sumbangan keuangan untuk kampanye mereka. Sering mereka terlihat untuk bertindak hanya demi keuntungan mereka yang telah menyumbangkan uang, yang akhirnya menyebabkan munculnya tuduhan korupsi politis.

9

E.Pemberantasan korupsi di Indonesia

Pemberantasan korupsi di Indonesia dapat dibagi dalam 3 periode, yaitu pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.

Orde Lama

Dasar Hukum: KUHP (awal), UU 24 tahun 1960

Antara 1951 - 1956 isu korupsi mulai diangkat oleh koran lokal seperti Indonesia Raya yang dipandu Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar. Pemberitaan dugaan korupsi Ruslan Abdulgani menyebabkan koran tersebut kemudian di bredel. Kasus 14 Agustus 1956 ini adalah peristiwa kegagalan pemberantasan korupsi yang pertama di Indonesia, dimana atas intervensi PM Ali Sastroamidjoyo, Ruslan Abdulgani, sang menteri luar negeri, gagal ditangkap oleh Polisi Militer. Sebelumnya Lie Hok Thay mengaku memberikan satu setengah juta rupiah kepada Ruslan Abdulgani, yang diperoleh dari ongkos cetak kartu suara pemilu. Dalam kasus tersebut mantan Menteri Penerangan kabinet Burhanuddin Harahap (kabinet sebelumnya), Syamsudin Sutan Makmur, dan Direktur Percetakan Negara, Pieter de Queljoe berhasil ditangkap.

Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar justru kemudian dipenjara tahun 1961 karena dianggap sebagai lawan politik Sukarno.

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titik awal berkembangnya korupsi di Indonesia. Upaya Jenderal AH Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaan-perusahaan hasil nasionalisasi di bawah Penguasa Darurat Militer justru melahirkan korupsi di tubuh TNI.

Jenderal Nasution sempat memimpin tim pemberantasan korupsi pada masa ini, namun kurang berhasil.

Pertamina adalah suatu organisasi yang merupakan lahan korupsi paling subur.

Kolonel Soeharto, panglima Diponegoro saat itu, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi gula, diperiksa oleh Mayjen Suprapto, S Parman, MT Haryono, dan Sutoyo dari Markas Besar Angkatan Darat. Sebagai hasilnya, jabatan panglima Diponegoro diganti oleh Letkol Pranoto, Kepala Staffnya. Proses hukum Suharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot Subroto, yang kemudian mengirim Suharto ke Seskoad di Bandung. Kasus ini membuat DI Panjaitan menolak pencalonan Suharto menjadi ketua Senat Seskoad.

Orde Baru

Dasar Hukum: UU 3 tahun 1971

Korupsi orde baru dimulai dari penguasaan tentara atas bisnis-bisnis strategis.

Reformasi

Dasar Hukum: UU 31 tahun 1999, UU 20 tahun 2001


Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi:

1. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)

2. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

3. Kepolisian

4. Kejaksaan

5. BPKP

6. Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW)

BAB III

PENUTUP

10

A.Kesimpulan

Mengapa orang mencuri? Apa yang membuat orang korupsi? Pertanyaan ini bermula ketika saya mulai masuk ke dunia wirausaha. Bertahun-tahun lalu ketika saya mulai membangun usaha dengan mempekerjakan karyawan, saya mengira bahwa jika saya memberi mereka nafkah yang cukup atau bahkan lebih, jika saya menjalin hubungan seperti teman atau saudara sendiri, memperlakukan mereka dengan hormat, maka mereka tidak akan mencuri dari saya.

Apakah itu yang terjadi? Ya. Beberapa dari mereka sangat loyal. Tetapi beberapa mencuri. Apa yang salah? Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa karyawan yang (kelihatannya) baik sekalipun bisa mencuri jika ada kesempatan.

Lalu apa yang harus pebisnis lakukan agar karyawan tidak mencuri? atau pertanyaannya bisa diperluas menjadi: agar rekan bisnis tidak menipu, agar pegawai pemerintah tidak korupsi, agarpacar saya tidak selingkuh?

Sebenarnya ada tiga alasan mengapa orang berbuat tidak jujur atau mencuri:

1. Sulit dideteksi, atau sulit dibuktikan.
Orang mencuri, berbuat curang, korupsi dan sebagainya, kalau perbuatannya itu tidak mudah diketahui, atau sulit dibuktikan. Bahkan jika itu gampang diketahuipun, masih ada orang yang melakukannya, jika itu sulit dibuktikan! Orang mencuri, kemudian menyiapkan alibi, menghilangkan semua bukti dan jejak, menutup celah dimana kecurangan mereka dapat dibuktikan. Maka walaupun semua mata menuju kepada pelaku, tindakan ini tetap dilakukan karena ia tahu bahwa orang tidak boleh dianggap bersalah jika tidak bisa dibuktikan bersalah.

2. Hasil atau reward besar
Orang melakukan kecurangan jika hasilnya besar. Atau cukup besar menurut ukurannya. Seorang pegawai yang berniat mencuri mungkin tidak akan mencuri sebuah ballpoint di meja kantornya, atau uang seratus ribu yang diumpankan oleh majikannya untuk mengetes kejujurannya. Tetapi pada saat ia disodori uang seratus juta rupiah, yang menurutnya besar, maka orang tersebut berbuat curang.

3. Hukuman ringan
Orang mencuri jika ia tahu bahwa hukuman dari perbuatannya itu akan ringan. Entah karena peraturan demikian, atau karena ia tahu “Bos tidak akan tega”, “Isteri saya pasti akan memikirkan anak-anak saya”, dan sebagainya .Semuanya bergantung juga kepada individunya. Ada saat dimana saya berpikir bahwa orang yang taat beragama lah yang bisa dipercaya. Tetapi masalahnya, saya tidak bisa mendeteksi apakah seseorang jujur atau tidak hanya dari penampilannya, atau dari perilakunya selama sepuluh tahun terakhir. Orang bisa berubah, walaupun agamanya tidak pernah berubah.

11

B.Saran

Jadi apa langkahnya untuk mencegah orang berbuat curang?

1. Buat setiap tindakan kecurangan mudah dideteksi.
Buat laporan pembukuan yang tercatat lengkap dan rinci. Gunakan teknologi., seperti pasang kamera security.. Jika Anda takut karyawan merasa tidak nyaman dengan kamera sekuriti, lakukan hal ini: rekam kegiatan karyawan dimana Anda sedang tidak ada di tempat tersebut menggunakan kamera tersembunyi, kemudian beritahukan kepada salah satu bawahan Anda bahwa Anda merekam aktivitas kerja mereka secara diam-diam “tanpa membuat mereka merasa tidak nyaman”
Pernahkah Anda menandatangani suatu perjanjian tanpa saksi? Bagaimana jika Anda bisa merekam kejadian dengan kamera video tersembunyi? apa yang bisa dilakukan orang untuk mengingkari perbuatannya?

2. Perkecil reward atau hasil jika mereka berbuat curang.
Kurangi jumlah uang yang Anda percayakan kepada bawahan Anda. Misalnya, jika biasanya Anda memberi tugas mereka untuk menyetor uang ke Bank setiap minggu sekali dengan jumlah yang sangat besar, bagilah menjadi beberapa hari dalam satu minggu dengan jumlah yang kecil-kecil.

3. Beritahukan secara implisit, bahwa hukuman yang Anda berikan
Kepada orang yang mencuri adalah besar, dan tidak ada kaitannya dengan loyalitas yang telah diberikan orang itu, masa kerja, maupun hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Jelaskan dan buktikan dalam tindakan yang kecil sekalipun, bahwa Anda tegas, memegang prinsip dan tidak berkompromi dengan ketidakjujuran

12

Daftar Pustaka

Garuda Pancasila, Coat Arms of Indonesia.svg

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

future husband

future husband

every woman would want someone to be with her until the end of life later.
is a man who married her.
the ideal man ..

including me ..
My husband wanted to have an ideal candidate for my future life will secure and happy.

I want my future husband as:
- Same faith
- Diligent prayer
- Could be a good family leader
- Dear family
- Loyal
- Good
- Handsome
- Have a way
- Style
- Rich
- Established
- Personality
- High
- White
- Stirrup
- Not stingy
- Always fun wife
- Understanding
- Essentially all the good

ideal man is the desire of all women in the world.
I hope that my ideal man would expect such as the above can be realized.
amen ..

Characteristics family

Characteristics family

I was the fourth child of four children.
my brother all three women.
they Evi, Eva, Eri ..
I own and named Syinta.
My dad named Syidik Suherman ..
and my mother called Ety Komariah.

everyone would ask why the name of my own difference.
My parents said they had been expecting the last child is a male child.
but instead I came out of women.
so they called my name almost identical to my father's name ..
I'll have friends.
hahahahaha ..

in my family my father was the most powerful.
He is in control of all her children.
My dad is very hard and strict with his children.
particularly the religious issue ..
We can not miss the prayer.
My father was also fierce when his son made a mistake.
but I still fierce despite the affection of my father ..
because I think my dad was the type of ideal man ..
he is very good and very caring for his children ..
especially the problem of education.
According to him education is number one.
My dad just the best in the world ..

while my mother tends to quiet.
if he was angry he just kept quiet.
but it is very scary ventilate it.
hehehehe,,
My mom is the best mother in the world.
I love him so much ..

while the older brother I tend not to interfere or tell because my sister and I very much different from his age.
me and they often quarreled.
especially as my third sister ..
I very often quarreled once ..
let alone dress the problem ..
I did not dare to fight the same first and second brother to me.
because of fear.
they are scary.
hahahahaaha ..

but even if they really like casually against brother.
They also love good to me.
like to give money and buy something.
because they all have to work all.
so if they pay me very happy.
heheheehe ..
their love is just.

so my family characteristics.
Our little family are very happy.


favorite places

favorite places

My most favorite place is BALI ..
because the place is very beautiful to me once.
especially where there is my country.
namely INDONESIA.

I've been three times there.
and never get bored ..
My favorite place there is the area ubud and kuta beach.
although there was very hot until I black leather but very nice ..
and I also play beach games nusa dua ..
and Islands turtle ..
turtle island many rare turtle-turtle and there is a big ..
I am very happy to have the opportunity to take photos with the turtle-turtle.
but not the only animals that have only turtle that island.
there are animals are rare.
such as snakes, eagles, and other animals ..
lots of animals.

many exotic retreat.
I ask not only beaches are famous but also very unique culture ..
when I was first there.
I had a chance to see the customary "Ngaben".
customary retreat is to burn dead people ..
and the ashes thrown into the sea.
according to residents bali is a belief.
an existing trust from the previous era ancestors ..
I think it is amazing custom once.

and I also had the opportunity to see the famous dance retreat ..
namely tri Pendet and kecak ..
dance is very beautiful.

in bali also lots of cheap shopping center ..
one of them is Sukawati market.
there selling a lot of genuine goods bali area.
and very cheap.
very suitable for purchase by the family or friends temen.
I buy clothes, bangles, bags and many more ..
while my dad bought a painting.

and I think the most I like is BALI ..
you who have not been there ..
try to get there.
and you will not regret it.
because Bali is a very beautiful island once.

good experience


My experience is unforgettable as I and my friends go at night to eat durian Montong.
I left home at 08.00 the third night with my friends.
after that I bought durian week market area.
me and my friends bought four durians at a time.
after that me and my friends think about where the good places to eat durian is.
finally after conferring we decided to eat the durian menteng garden.
because the scenery is beautiful and also I have never there.
so my friends took there.

We arrived there at half past 10 at night.
we do not directly eat durian.
We eat first lane road.
very noisy at night.
I ordered toast, while my friends ordered some satay, fried rice and Somay.
we finished dinner at 11 PM ..

after every meal we eat durian finally we bought.
we ate the park above the parking garage is menteng ..
We ate durians because it's very good.
but I just strongly just eat durian 5.
because I was feeling dizzy ..
while my friends were still strong.

funny thing is after we finished the four feel like a drunk.
dizziness and say digress.
we laughed together like a madman.
hahahahaha nice.
1 hour we reached there.
and a new home in the morning ..

and I think it is my experience unforgettable and very crazy.
me and my friends call it a night "drunk durian".
hahahahahah.
very funny.

good customer services

Customer Service Secret Number Two - provide true customer service. In today’s market environment, service has become a cliché and it seems like “everyone’s doing it.” So, if everyone is doing it, why not jump ahead of the wolf pack by providing even more creative, personalized service to your customers than your competitors can?

One size shoe does not fit all feet. Nor is one type of customer service suitable for all your customers. Let’s say your advertised featured customer service is Home Delivery. The first customer may welcome this Home Delivery because it’s difficult for him to get out and shop in person.

But your second customer may enjoy “window shopping” and carrying his purchases around with him as he goes from shop to shop. He is not the least interested in your home delivery service. So, with what you save by not needing home delivery for this customer, why not offer him an equivalent discount on a second cash purchase, or give him an in-store percentage-off coupon that he can use the next time he’s in your store?

I repeat, be creative. Get to personally know your customers and recognize their individual needs. Above all, make certain that what you are offering really is something that your customer can value; that's the key to good customer service.

Customer Service Secret Number Three - “The Customer Is always Right.” If a customer comes to you about a complaint, be very serious about how you handle it. Is the customer upset and angry? First, calm him with words and action and show that you are serious about doing something to correct the problem. Even if it is obvious that he’s wrong, sometimes it’s better for repeat business to take the loss and compensate the customer.

Then, when your customer is satisfied that his complaint has been properly addressed, thank him for bringing the problem to your attention. Remember, no amount of advertising can repair the damage done by failing to properly address a customer’s concern. Even more damaging to a small business is the “silent complainer.” That’s the customer who simply walks out of your shop without saying a word, and you never see him again. These silent complainers have friends. And their friends have friends.

Customer Service Secret Number Four - be honest with your customers. If your customer even suspects that you are trying to pull something over on him, you can kiss that customer goodbye - permanently! Were you fortunate enough to purchase an item from a wholesaler at a discount price? Instead of being tempted to richly improve your bottom line, pass that saving on to your customer. This will ingrain confidence in your customer so that, in the future, your customers will know where to come for REAL savings.

Did you manage to pick up some out of date or reject item? Don’t be tempted to pawn it off on your customers at a regular price without at least informing your customer that it’s a reject or of inferior workmanship.

If your customer asks you for advice on a product, don’t try to sell him the item that best enhances your bottom line. Sell him the item that’s best for your customer. In the long run, your bottom line will thank you for having made this choice.

Customer Service Secret Number Five - educate your staff to be equally as concerned about your customers as you are. Some years ago I went into a hardware store and asked the young summer student clerk for some rubber cement.

“You mean, a tire patching kit?”

“No,” I repeated. “I want a bottle of rubber cement.”

The kid obviously didn’t have a clue what I was talking about. However, rather than finding out what rubber cement is, he gave me a strange look, then turned his back and went on to serve another customer. Needless to say, after that incident I took ALL my hardware business elsewhere.

A final bit of advice about customer service; “If you aren’t taking care of your customers, your competition will.” Print that advice out in large, bold letters and past it above your cash register.

Albert E. Schindler operates Schindler Promotions Ltd. in Cardston, Alberta. You can reach Albert by phone at 403-653-3895 or by emailing him at schindlercrafts@shaw.ca.